GOD and MONEY/ TUHAN DAN UANG

In God We Trust, Atau dalam Tuhan kita percaya, adalah semboyan resmi mata uang USD (Dolar Amerika). Semboyan ini di adobsi sejak kongres 1956, setelah seblumnya menggunakan istilah E Pluribus Unum atau dari banyak menjadi satu. Kalau kita tafsirkan ke dalam Indonesia sama dengan BHINEKA TUNGGALIKA (berbeda-beda tetapi tetap satu).
Lalu mengapa perkataan ini muncul di mata US Dolar? Sejak abad ke 19 muncul perang dingin antar saudara antara Amerika Utara yang pimpin oleh Abrham Linclon dengan negara-negrara konfederasi Amerika yang di singkat CSA atau Confederate States.
Hingga kongres ke 84 di bahwah pimpinan presiden Dwigth Eisenhower. Di sahkan bahwa di semua mata uang amerika tertuliskan In God we trust. Selain frasa negara upaya ini untuk mempersatukan perpecahan dan dengan bangunnya hubungan yang baik dengan Tuhan dapat meningkatkan moral untuk bersatu dan hidup dalam kebersamaan. Tema yang baik bukan?
Tema yang sama di gunakan juga seperti di beberapa negara lainnya, seperti Nigaragua End Dios Konfiamos (Pada Tuhan kami percaya), kita di Indonesia seperti “dengan Rahmat Tuhan” With God’s Grace.
Kembali ke in God we Trust, walaupun ada pertimbangan serius di pemerintahan pegunaan frasa agama di dalam negara di bahas berulang-ulang X. Tetapi 95 persen masyarakat Amerika menyuguhkan frasa tersebut. Kesepakaan rakyat adalah kesepakatan yang mutlak, maka di gunakan secara resmi frasa ini. Hingga saat ini masih di pakai, seperti yang saya pegang ini.
Apa yang mau saya tekankan disini? Penekanan saya pada topik ini adalah pendahulu Amerika sadar bahwa berdirinya sebuah negara dan terkumpul berbagai etnis, suku dan agama di Amerika bukan karena kehebatan mereka semata. Dan Tuhan haddir, membuka mata bagi mereka yang tertutup atau menindas yang lain, membuat manusia kulit putih/hitam satu sama lain menghargai sebagai sesama ciptaan terbangun dengan istilah we are Family.
Hal lain yang tersirat adalah menurt 1 Tim 6:10, berbicara tentang agar segala kejahatan adalah karena cinta akan uang. Sehingga penempatan nilai moral pada uang itu, mengingatkan orang untuk menggunakan uang sebaik mungkin. Tentu kita tidak bisa sangkal bahwa dengan populasi penduduk yang besar, ada banyak masalah kekerasan, seksualitas dan berbagai tindakan etis di Amerika. Tetapi setidaknya telah memberi banyak kontribusi, seperti selalu mengingatkan. Jika anda mengeluarkan 50 USD atau 1.400, anda harus berpikir untuk apa saya gunakan uang ini, arinya ajaran moral selalui diingatkan.
Poinnya adalah rp/rupiah adalah sala satu mata uang yang terendah yang kita gunakan di Indonesia. Ada makna agama tersirat di rupiah dimana disebutkan “dengan rahmat Tuhan”. Rahmat Tuhan adalah sebuah bentuk pengakuan akan hikmatNya bagi manusa. Kata hikmah di ambil dari kata khokmah adalah sebuah kata yang gunakan dalam bahasa Yunani artinya berhati-hati mengambil kebijakan atau kebijaksanaan (contoh Salomo yang bijaksana). Itulah dasar saya untuk menekankan dua istilah yang kerap saya gunakan selama saya mengunakan uang “belive to the Lord”. Biarkan keinginan saya di kalahkan oleh keinginan Tuhan. Karena kalau keinginan kitalah yang menguasai kita, manusia mahluk yang lemah. Mereka tidak akan kata hikmat yang tersirat di dalam uang/Money. Tetapi kalau di gunakan dengan hikmat Tuhan, pasti mereka tahu untuk apa uang itu di gunakan.
Thank you very much. Sudah membaca.

Erik Aliknoe, Teol
Dar Es Salam, 27 Juni 2022.



Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai