
- Pengantar.
- Surat Roma adalah surat terpanjang yang pernah ditulis oleh Rasul Paulus dan dianggap sebagai yang paling lengkap memaparkan pokok-pokok ajaran iman Kristen. Karena itulah surat ini pernah dianggap sebagai sebuah ringkasan ajaran iman Kristen (Philip Melanchthon: a compendium of Christian doctrine). Sebagaimana kita ketahui, rasul Paulus menulis surat ini kepada sebuah jemaat, yang walau kecil namun sangat dinamis, yang berada di tengah-tengah sebuah masyarakat Ibukota yaitu Roma yang majemuk (percampuran budaya) sehingga ada kemerosotan Moral.
- Konteks yang lain sangat menyolok munculnya teks ini adalah upaya pencampuran kebudayaan. Karena ada fakta lain Roma ibukota kekaisaran dunia, Roma membentuk sebuah masyarakat yang berbudaya serba megah dan mengutamakan keperkasaan manusia. Kita kini makin memahami bahwa hal itu tidak lebih dari sebuah “strategi politik” kaisar untuk mengukuhkan kekuasaannya; jadi semacam politisasi agama.
- Karena itu, di sekitar tahun 49 AD, kaisar Klaudius mengusir semua orang yang berdarah Yahudi dari kota Roma, karena adanya kerusuhan akibat perpecahan tentang sunat. Orang yang bersunat dan tak bersunat. Orang Yahudi memaksa orang yang non Yahudi yang menjadi Kristen untuk melakukan sunat. Kemungkinan lain karena mereka yang dituduh menyebarkan ajaran tentang seorang KURIOS (Lord, TUHAN) dan SOTER (Saviour, Juruselamat) lainnya yaitu Yesus Kristus. Kejadian sejarah ini direkam secara singkat di dalam Kis Rasul 18:2,
- Kondisi lain sejak itu, kehidupan Sosial yang kaya tetaplah kaya. Dan Miskin tidak di perhatikan kebutuhan ekonominya. Menyadari ini Paulus mengirim Surat keselamatan kita dapatkan di dalam Yesus Kristus. Dapatlah di katakan surat penguatan Iman.
Pemeriksaan Judul.
Pembenaran, Penebusan dan Keselamatan.
Pembenaran.
Kata PEMBENARAN adalah kata terjemahan kata Yunani δικαιοσυνη – dikaiosunê, kata ini terdapat 94 kali dalam Alkitab. δικαιοσυνη – dikaiosunê sepadan dengan kata Ibrani צדק – TSADAQ, Kata δικαιοσυνη – dikaiosunê ini, bermakna “kebenaran” juga “keadilan”, diterjemahkan oleh LAI sesuai konteks kalimat.
Kata “Kebenaran” צֶדֶק – TSEDEQ, Tsade-Dalet-Qof. Jika kita penggal seperti ini: צד ׀ ק .
Dari Aksara צד – Tsade-Dalet, kita mendapatkan kata Ibrani צָד – TSAD, artinya: “to capture/untuk menangkap”
Dari aksara ק – Qof, kita mendapatkan kata Ibrani קוֹף – QOF, artinya “monkey/ monyet”.
Alkitab tidak mendukung teori Evolusi dari Charles Darwin. Alkitab menyatakan prinsip “Dievolution” dimana Adam sejak mulanya diciptakan dengan sempurna. Meski bentuk/ shape bahkan perangainya, monyet itu bisa dikatakan “ada-mirip”-nya dengan manusia. Namun, monyet adalah monyet, dia adalah binatang, bukan manusia.
Manusia diciptakan sempurna. Tetapi, karena dosa, kadangkala manusia lebih jahat dari binatang. Kadang, manusia lebih tidak tertata kehidupannya daripada binatang. Bahkan kadang, manusia tidak memiliki toleransi, kasih-sayang, kebersamaan yang sekumpulan binatang dapat melakukannya. Karena dosa/ kejahatan dalam diri manusia, ada istilah bahwa “ada sisi kebinatangan dalam diri manusia.”
Seseorang yang benar ( צֶדֶק – TSEDEQ) adalah orang yang mampu memenjarakan
“sisi kebinatangan dalam diri manusia”-nya.
Bagaimana Anda dapat mampu memenjarakan/ mengendalikan nafsu yangberkobar-kobar terhadap sesuatu?
Bagaimana Anda dapat memenjarakan/ mengendalikan emosi kemarahan Anda sehingga kemarahan itu tidak menimbulkan kejahatan/ dosa yang lain?
Ketika Anda dapat mengendalikan semuanya itu. Anda dapat menjadi orang yang benar ( צֶדֶק – TSEDEQ).
Keselamatan dan Penebusan.
- Kata dasarnya keselamatan maupun Penebusan memiliki makna yang sama. Yunani Soterologi. Ketika Allah menciptakan manusia pertama yakni Adam dan Hawa, maka keduanya diciptakan segambar dengan Allah tanpa ada dosa dalam diri manusia. (Kej. 1:26-27)
- Namun manusia akhirnya jatuh dalam dosa oleh karena pilihan manusia yang salah dengan melanggar perintah Allah dengan memakan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat sehingga manusia menjadi berdosa dan kehilangan kekudusan Allah dari dirinya (Rm. 3:23)
- Dosa membawa manusia kepada kebinasaan dan hukuman kekal Allah. Namun karena kasih Allah yang sangat besar terhadap manusia , sehingga Allah mengambil inisiatif untuk melepaskan dan menyelamatkan manusia dari kebinasaan dan hukuman kekal.
JAMINAN dalam bahasa Yunani “αρραβων” arrabon. Dalam penggunaan umum untuk menunjukkan “janji” atau “sungguh-sungguh“. Dalam PB hanya digunakan untuk apa yang dijamin oleh Allah kepada orang-orang percaya; dikatakan tentang Roh Kudus sebagai “janji” ilahi dari semua berkat masa depan mereka, 2 Kor 1:22; 5:5 ; dalam Ef 1:14 , khususnya tentang warisan kekal mereka. Dalam bahasa Yunani modern, arrabona adalah “cincin pertunangan”.
KESELAMATAN dalambahasa Yunani: σωτηρια soteria menunjukkan “pembebasan, pelestarian, dilepaskan, diselamatkan, ditolong, dibela, dipulihkan” “Keselamatan” digunakan dalam PB:
- Pembebasan temporal dari bahaya dan ketakutan Lukas 1:69,71; Kis 7:25 , Keselamatan “penjara” Flp 1:19 ; air bah, Ibr 11:7.
- Pembebasan dari hukuman dosa. Mempunyai kehidupan rohani dan kekal yang diberikan segera oleh Allah kepada mereka yang menerima syarat-syarat pertobatan dan iman-Nya kepada Tuhan Yesus, yang hanya di dalam-Nya dapat diperoleh, Kisah Para Rasul 4:12 , dan atas pengakuan Dia sebagai Tuhan,Rm 10:10 ; untuk tujuan ini Injil adalah alat yang menyelamatkan, Rom 1:16; Ef 1:13 .
- Pembebasan masa depan orang-orang percaya di Parousia Kristus bagi orang-orang kudus-Nya, suatu keselamatan yang menjadi sasaran harapan penuh keyakinan mereka, misalnya Rom 13:11; 1 Tes 5:8, di mana “keselamatan” dijamin bagi mereka, sebagai pembebasan dari murka Allah yang ditakdirkan untuk dieksekusi atas orang-orang fasik pada akhir zaman ( lihat1 Tes 1:10 ; 2 Tes 2:13; Ibr 1:14; 9:28; 1 Petrus 1:5; 2 Petrus 3:15 )
Apa yg di selamatkan?
Allah menyelamatkan manusia dari pelanggaranya.
- 1 Petrus 3:18 Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,
- Roma 5:8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
- Roma 6:23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Apakah ada jaminan?
Hanya ada di dalam Yesus ada jaminan keselamatan
- 1 Yohanes 5:13 : Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.
Menyediakan tempat bagi kita
- Yohanes 14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.
Di meteraikan oleh Roh Kudus
– Efesus 1:13,14 : Di dalam Dia kamu juga karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.
Tidak ada jaminan lain selain Yesus
– Yohanes 14:6 : Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Kita di benarkan:
- Rm. 3:24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam KRISTUS YESUS.
- Rm. 3:28 Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.
- Rm. 5:9 Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.
- 2Kor. 5:21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
Warga Feldkirch, Austria, tidak tahu harus berbuat apa. Pasukan besar Napoleon bersiap menyerang. Tentara terlihat di ketinggian di atas kota kecil, yang terletak di perbatasan Austria. Sebuah dewan warga segera dipanggil untuk memutuskan apakah mereka harus berusaha membela diri atau mengibarkan bendera putih penyerahan diri. Kebetulan saat itu hari Minggu Paskah, dan orang-orang berkumpul di gereja lokal. Pendeta itu bangkit dan berkata, “Teman-teman, kita telah mengandalkan kekuatan kita sendiri, dan tampaknya hal itu gagal. Karena ini adalah hari kebangkitan Tuhan kita, marilah kita membunyikan bel, menjalankan ibadah kita seperti biasa, dan meninggalkan gereja.” masalah ada di tangan-Nya. Kita hanya mengetahui kelemahan kita, dan bukan kuasa Tuhan yang membela kita.” Dewan menerima rencananya dan lonceng gereja berbunyi. Musuh, yang mendengar suara gemuruh yang tiba-tiba, menyimpulkan bahwa tentara Austria telah tiba pada malam hari untuk mempertahankan kota. Sebelum kebaktian berakhir, musuh membongkar kemah dan pergi.
- Penutup
Iblis dan pengikutnya sedang menyusun rencana untuk membuat orang menolak Injil. “Ayo kita temui mereka dan katakan bahwa Tuhan itu tidak ada,” salah satu usul. Keheningan terjadi. Setiap iblis tahu bahwa kebanyakan orang percaya pada makhluk tertinggi. “Mari kita beri tahu mereka bahwa tidak ada neraka, tidak ada hukuman bagi orang jahat di masa depan,” usul yang lain. Hal ini ditolak karena manusia jelas mempunyai hati nurani yang mengatakan bahwa dosa harus dihukum. Cekungan itu akan berakhir dengan kegagalan ketika terdengar suara dari belakang: “Beri tahu mereka bahwa Tuhan itu ada, neraka itu ada, dan bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan. Tetapi beri tahu mereka bahwa ada banyak waktu untuk memutuskan pertanyaan. Biarkan mereka ‘mengabaikan’ Injil, sampai semuanya terlambat.” Seluruh neraka meledak dengan kegembiraan yang mengerikan, karena mereka tahu bahwa jika seseorang menunda-nunda untuk menerima Kristus, mereka biasanya tidak pernah menerima Dia.
By Erik Aliknoe S.Si. Teol

Tinggalkan komentar